Kelenteng Sam Po Kong, Tokoh Cheng Ho yang Jadi Destinasi Wisata Religi

Agustus 29, 2019

SEMARANG - Peristiwa politik bersejarah dan yang paling fenomenal ialah saat terjadinya ekspedisi Cheng Ho di masa pemerintahan Yung Lo dari Dinasti Ming. Yang melibatkan ribuan orang Cina. Sebagian besar awak kapal beragama Islam. Beberapa petinggi ekspedisi, selain tokoh legendaris Cheng Ho, yakni Ma Huan, Hasan, Wang Jing Hong (dikemudian hari terkenal dengan sebutan Kiai Dampoawang), Kung Wu Ping, Fei Hsin, dan lain-lain, juga seorang Muslim yang dikenal taat beragama.

Menurut Parlindungan dan Slamet Mulyana, yang penulis kutip dari Sumanto Al-Qurtuby dalam bukunya Arus Cina Islam Jawa, ekspedisi sejak awal abad ke-15 itu tercatat tiga kali mengunjungi Jawa. Setiap misi muhibahnya selalu meninggalkan jejak historis yang mengagumkan. Kegiatan penjelajahan samudera yang dipimpin langsung oleh Laksamana Cheng Ho ini tidak sekadar bermuatan politik dan ekonomi belaka. Tetapi juga menyimpan “hidden agenda” berupa Islamisasi.

Jejak-jejak historis yang ditaburkan Cheng Ho ini begitu terasa mengurat dalam benak kehidupan masyarakat Jawa. Tidak hanya muncul lewat tradisi lesan melalui tokoh mitologi Kyai Dampo Awang. Tetapi juga beberapa peninggalan kesejarahan seperti bangunan mercusuar di Cirebon maupun berbagai kelenteng kuno yang dikaitkan dengan sang legendaris Laksamana Cheng Ho. Salah satunya adalah Kelenteng Sam Po Kong di Gedung Batu Semarang.

Kelenteng ini keberadaannya sangatlah monumental sekaligus fenomenal yang saat ini menjadi destinasi wisata religi di Kota Semarang.

Kelenteng Sam Po Kong terletak di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat Kotamadya Semarang. Desa Bongsari terletak di piinggiran sebelah barat kota Semarang. Jaraknya ± 5 km dari pusat kota Semarang. Beralamatkan di Jl. Simongan No. 129, Bongsari - Semarang Barat,Kota Semarang, Jawa Tengah 50148, Phone: (024) 7605277.

Jika dilihat secara topografis, kota Semarang terbagi atas dua wilayah, yaitu wilayah atas dan wilayah bawah. Wilayah atas merupakan wilayah perbukitan yang memanjang dari timur ke barat di bagian selatan kota Semarang.

Sementara wilayah bawah adalah merupakan wilayah bentukan yang muncul karena pengendapan tanah alluvial (sebagaimana yang penulis jelaskan pada bagian depan bab ini). Maka, Kelurahan Bongsari sebagian terletak di wilayah bawah dan sebagian yang lain terletak di wilayah atas.  Kelurahan Bongsari terletak di sebelah barat Kali Garang, pada jarak ± 1 km dari batas pantai.

Batas-batas wilayah Kelurahan Bongsari adalah sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Demangan, sebelah timur laut berbatasan dengan Kelurahan Salaman, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Semarang Selatan, sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Drono, dan sebelah barat laut berbatasan dengan Kelurahan Mloyo.Kelurahan Bongsari terdiri atas 8 RW (Rukun Warga) dan 69 RT (Rukun Tetangga). 

Wilayah Kelurahan Bongsari mencakup lahan tanah dan perbukitan kapur. Oleh karena itu, kondisi umum wilayahnya termasuk gersang dan tandus. Wajar, bila sebagian penduduknya memiliki pendapatan yang berasal dari sektor perdagangan dan industri. Keberadaan Kali Garang seolah tidak begitu bermanfaat. Belum adanya upaya pemanfaatan optimal yang ditujukan bagi pengairan lahan pertanian. Padahal, debit air Kali Garang cukup tinggi, sekalipun ada sebuah bendungan, fungsinya hanya sebagai pengendali banjir semata diwaktu musim hujan.

Kelurahan Bongsari dimana komplek Kelenteng Sam Po Kong berdiri, termasuk dalam kategori wilayah Semarang yang rawan banjir. Jadi, setiap musim hujan ketika curah hujan tinggi, hampir dapat dipastikan komplek Kelenteng ikut terkena banjir. Yang merupakan kiriman dari wilayah hulu melalui aliran Kali Garang.

Untuk sampai ke Kelenteng Sam Po Kong sangat mudah dicapai dengan memakai transportasi umum. Karena termasuk dalam jalur lalu lintas yang ramai. (Red/Lukni)



Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔