Ngeri! Inilah Kondisi yang Terjadi pada Paru-paru Saat Terinfeksi Covid-19

Maret 30, 2020

Barisannews.comOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekitar 80% orang yang terinfeksi Covid-19 pulih tanpa memerlukan perawatan khusus. Hanya ada sekitar satu dari enam orang yang sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Covid-19 menyebar cepat melalui persentuhan langsung dan virus tersebut hidup di runag gelap dan kotor di ruang pernasapan terutama hidup. Maka mengusap bagian wajah ketika ada virus atau bakteri baik itu flu, harus di hindari.

Ketika virus corona telah masuk ke ruang pernapasan manusia, saat itu covid-19 menemukan ruan nyaman untuk mengembangkan dirinya selama satu minggu. Perkembangan Covid-19 terus akan menjadi virus yang serius. Awalnya memang seperti flu biasa, juga seperti pneumonia.

Hingga pada dua minggu kemudian, keberlangsungan imun atau sistem kekebalan tubuh manusia sangat berpengaruh terhadap covid-19. Jika ia memiliki kekebalan tubuh atau imun yang kuat, ia masih akan mampu bertahan dan bahkan akan hilang dengan sendirinya.

Menurut Profesor John Wilson dari Royal Australasian College of Physicians, Profesor John Wilson menyatakan ada empat kategori besar ketika seseorang terinfeksi SARS-CoV-2.

"Yang paling tidak serius adalah orang-orang yang sub-klinis dan yang memiliki virus tetapi tidak memiliki gejala," jelas Wilson, dikutip dari Guardian.

Selanjutnya seperti dikutip suara.com, adalah mereka yang mendapatkan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Artinya, orang tersebut telah menunjukkan gejala seperti demam, batuk, sakit kepala, atau konjungtivitis (mata merah).

"Orang-orang dengan gejala ringan masih dapat menularkan virus tetapi mungkin tidak menyadarainya."

Kelompok terbesar yang kemungkinan akan terinfeksi Covid-19 dan dirawat di rumah sakit, adalah mereka yang mengembangkan gejala mirip flu, yang sangat menganggu.

Keempat adalah mereka yang akan mengembangkan penyakit parah yang terlihat seperti pneumonia.

"Di Wuhan, hasilnya adalah mereka yang dites positif dan mencari bantuan medis, sekitar 6% menderita penyakit parah."

Bagaimana pneumonia berkembang?
Ketika seseorang terinfeksi mengembangkan batuk dan demam, Wilson mengatakan ini adalah hasil dari infeksi yang telah mencapai pohon bronkial, saluran udara yang menyalurkan udara antara paru-paru dan bagian luarnya.

"Lapisan pohon bronkial menjadi terluka, menyebabkan peradangan. Ini akan mengiritasi saraf di lapisan jalan napas. Hanya setitik debu merangsang batuk."

"Tetapi jika ini memburuk, infeksi akan melewati lapisan jalan napas dan menuju ke bagian pertukaran gas (di antara dinding alveoli dan kapiler), yang berada di ujung saluran pernapasan."

"Jika terinfeksi, bagian ini akan merespons dengan mengeluarkan 'material' peradangan ke dalam kantung udara yang ada di bagian bawah paru-paru kita."

Apabila kantung udara kemudian meradang, Wilson mengatakan kondisi ini menyebabkan lendir dan sel radang 'tumpah' ke paru-paru dan inilah saat pneumonia terjadi.

Ketika paru-paru berisi lendir ini, artinya mereka tidak akan bisa mengalirkan oksigen yang cukup ke aliran darah, mengurangi kemampuan tubuh untuk mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

"Itulah penyebab kematian akibat pneumonia yang umum terjadi," tandasnya. (Red)

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔