Lima Cara Atur Keuangan saat Puasa di Tengah COVID-19

April 26, 2020

Barisannews.com - Ramadan tiba, namun kali ini dijalani dalam suasana berbeda. Pandemi virus corona (COVID-19) membuat masyarakat tetap berada di rumah untuk mencegah semakin menyebarnya wabah virus itu. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan kegiatan bisnis dan perekonomian menjadi lesu. Banyak yang sudah terdampak finansial dari pandemi COVID-19.

Berikut lima cara mengatur keuangan saat puasa di tengah pandemi COVID-19:

1. Cek dan ketahui kondisi finansial
Banyak yang tidak menyadari keadaan kondisi keuangan sendiri. Penting untuk diketahui, bagaimana situasi COVID-19 ini mengubah kondisi finansial. Kekagetan akan kasus COVID-19 di bulan Maret 2020 kemarin, ternyata membuat tagihan membengkak karena membeli hand sanitizer dan perlengkapan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tiba-tiba banyak orang menjadi khawatir dan melakukan aksi panic bulying atau belanja berlebihan.

Coba cek apakah saat ini kehidupan finansial lebih besar pasak daripada tiang? Ketahui kondisi keuangan tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan?

Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, kamu akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri kamu untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Bisa juga kamu merelokasikan anggaran dana untuk bukber atau berbelanja untuk hal yang lebih bermanfaat.

2. Bikin budget bulanan
Mengatur budget berarti mengatur gaya hidup, maka mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Alokasikan pengeluaran menjadi tiga kategori. Yang pertama, adalah kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5-10 persen untuk dana darurat. 

Tabungan, deposito, emas, dan Reksa Dana Pasar Uang adalah pilihan instrumen keuangan yang cocok untuk menyimpan dana darurat karena mudah diakses, cukup likuid, dan aman. Kebutuhan kedua seperti kebutuhan pelengkap sebesar 5 persen, seperti jajan takjil, kopi atau pesan makanan. Kebutuhan ketiga yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dialokasikan sebesar 5 persen.

Dengan membuat budget akan membantu dalam menentukan pos keuangan mana yang menjadi prioritas. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, maka Anda bisa mengeluarkan uang untuk berbelanja. Usahakan agar ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30 persen total pengeluaran bulanan.

3. Disiplin dan pengawasan diri
Ingat, belanja hanya jika kamu mampu dan tidak berutang. Batasi anggaran belanja makanan untuk sahur dan berbuka. Sesuai anjuran Nabi Muhammad saw, makan dan minumlah secara cukup. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernapas.

Diperlukan disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Dengan menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting cerdas (contoh: YNAB) akan membantu kamu memonitor berapa uang yang telah kamu habiskan dan berapa sisa jatah budget.

Make sure you keep your budget on track. Jadwalkan waktu khusus, satu kali dalam seminggu untuk bisa me-review semua pengeluaranmu. Memberi hadiah atau reward pada diri sendiri dibolehkan hanya jika kita sukses meminimalisir pengeluaran.

4. Optimalkan THR untuk tujuan finansial jangka panjang
THR itu bukan bonus tambahan yang bisa kamu langsung habiskan membeli wishlist. THR itu adalah rezeki tambahan yang berguna untuk kelangsungan hidup kamu. Prioritaskan THR kamu untuk membayar utang, membangun dana darurat, berinvestasi, dan berasuransi. Buatlah financial goal yang bermakna untuk hidup kamu dengan THR. Think big for your future! Kamu bisa memulai untuk mengalokasikan sebagian dana untuk dana pensiun, dana haji juga untuk DP rumah.

Ketidakpastian dalam hidup dapat mendatangi kita kapanpun, semudah membalik telapak tangan. Baru kita sadari betapa pentingnya memiliki uang tabungan dan perlindungan asuransi yang mumpuni. Di saat seperti ini, aset kesehatan menjadi merupakan prioritas nomor satu. Bagi kamu yang belum memiliki asuransi untuk proteksi kesehatan, ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah cerdas untuk segera berasuransi.

We need to change our mindset, karena asuransi bukanlah beban namun sebuah harapan untuk menjaga jiwa dan kesehatan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu cara untuk memproteksi dana yang kita miliki adalah dengan memiliki asuransi bagi keluarga.

5. Bijak pakai uang
Bersiaplah menghadapi godaan diskon dan tawaran spesial promo menyambut lebaran. Jika sulit untuk diri kamu menahan tawaran konsumtif tersebut, boleh sementara dihapus aplikasinya dan me-mute dulu notifikasi dari brand-brand kesayangan.

Dahulukan kewajiban seperti membayar zakat fitrah untuk kamu dan keluargamu. Jika ada dana berlebih, alangkah baiknya memberikan uluran tangan bagi saudara yang membutuhkan. No one has ever become poor by giving more.

Meski COVID-19 membuat puasa tahun ini jadi lebih berat dari biasanya, di balik semua itu ada hikmah dan kesempatan untuk memiliki waktu lebih banyak di rumah. Kita bisa memperbanyak ibadah dan amalan agar Ramadan kali ini kita menambah lebih banyak pahala. Waktu yang tepat untuk refleksi diri. (Putri Nur Wijayanti)

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔