Pandangan Quraish Shihab Tentang Puasa

April 22, 2020


Barisannews.com - Menurut M. Quraish Shihab bahwa puasa dalam tinjauan hukum adalah seseorang berkewajiban megendalikan dirinya berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan makan, minum, dan hubungan seks (fa’ali) dalam  waktu tertentu, sekaligus berusaha mengembangkan potensinya agar mampu membentuk dirinya sesuai dengan “peta” Tuhan dengan jalan mencontoh Tuhan dalam sifat-sifat-Nya. 

Hakikat dalam menjalankan puasa sendiri adalah adanya hal-hal yang harus dibatasi selama melakukan puasa yang mencakup pembatasan atas seluruh anggota tubuh bahkan hati dan pikiran untuk melakukan segala macam dosa. Sebab, shiyam atau  shaum  pada hakikatnya adalah menahan  atau mengendalikan diri. Karena itu pula puasa disamakan dengan sikap sabar, baik dari segi pengertian bahasa (keduanya berarti menahan diri) maupun esensi kesabaran dan puasa.

Sebagaimana Hadits qudsi yang menyatakan antara lain bahwa; “Puasa untuk-Ku, dan Aku yang memberinya ganjaran”, menurut M. Quraish Shihab dipersamakan dengan firman Allah dalam surat al-Zumar (39) ayat 10:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”. (Q.S. al-Zumar/39: 10)

Menurut Quraish Shihab orang sabar yang dimaksud di sini adalah orang yang berpuasa. Menurutnya, tidak dapat disangkal bahwa puasa merupakan suatu kewajiban yang memerlukan kesabaran. Allah dengan segala kemurahan-Nya bermaksud memberi imbalan bagi yang memenuhi apa yang diwajibkan-Nya itu. Untuk itu Allah menegaskan kedekatan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, khususnya mereka yang berpuasa, dan menganjurkan kepada mereka agar dalam berpuasa memperbanyak  permohonan dan harapan kepada Allah.

Mengenai tujuan puasa, menurut Quraish Shihab sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an, yaitu la’allakum tattaquun. Untuk memehami  tujuan tersebut perlu digarisbawahi beberapa penjelasan dari Nabi Saw.

Seperti hadits berikut:

Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga”. (HR. Bukhari)

Menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama puasa. Ini dikuatkan oleh al-Qur’an bahwa Allah menghendaki untuk kamu kemudahan bukan kesulitan.

Selanjutnya Quraish Shihab menyatakan bahwa puasa merupakan satu ibadah yang unik. Banyak segi keunikan puasa yang dapat dikemukakan, misalnya; puasa merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri.

Manusia yang berpuasa dapat bersembunyi untuk minum dan makan, dan tidak ada yang mengetahui selain dirinya dan Allah. Sebagai insan, siapa pun yang berpuasa, memiliki keinginan untuk makan atau minum pada saat-saat tertentu dari siang hari puasa.

Menurut Quraish Shihab ada motivasi  menahan diri dari keinginan itu. Tentu bukan karena takut atau segan dari manusia, sebab jika demikian, dia dapat saja bersembunyi dari pandangan mereka. Dengan demikian, orang yang berpuasa, melakukannya demi  karena Allah Swt. dan ini merupakan keunikan tersendiri.

Sementara ada yang berpandangan bahwa orang yang melakukan  puasa dengan berbagai motif, misalnya sebagai protes sosial, turut belasungkawa, penyucian diri, kesehatan, dan sebagainya. Namun demikian seseorang yang berpuasa dengan benar, sesuai dengan cara yang dituntut oleh al-Qur’an, maka pastilah ia akan melakukannya karena Allah semata.

Taqwa sebagai salah satu tujuan puasa, menurut Quraish Shihab berarti menghindar, menjauhi, atau menjaga diri. Kalimat perintah ittaqullah  secara harfiah berarti; “hindarilah, jauhillah, atau jagalah dirimu dari Allah”

Makna takwa tidak lurus bahkan mustahil dapat dilakukan makhluk.  Bagaimana mungkin makhluk menghindarkan diri dari Allah atau menjauhi-Nya, sedangkan “Dia (Allah) bersama kamu di mana pun kamu berada”.

Karena itu perlu disisipkan kata atau kalimat untuk meluruskan maknanya. Misalnya kata siksa, atau yang semakna dengannya, sehingga perintah bertakwa mengandung arti perintah untuk menghindarkan diri dari siksa Allah. Siksa Allah sendiri menurut Quraish Shihab ada dua macam; 

Pertama, siksa di dunia akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum  Tuhan yang ditetapkan-Nya  berlaku di alam raya ini, seperti “makan berlebihan dapat menimbulkan penyakit. Tidak mengendalikan diri dapat menjerumuskan kepada bencana, atau api panas dan membakar, dan hukum-hukum alam dan masyarakat lainnya.

Kedua,  siksa di akhirat, akibat pelanggaran terhadap hukum syari’at,  seperti tidak shalat, puasa, mencuri, melanggar hak-hak manusia, dan  lain-lain yang dapat mengakibatkan siksa neraka.

Selanjutnya, Quraish Shihab berpendapat bahwa “menghindari siksa atau hukum Allah, diperoleh dengan jalan menghindarkan diri dari segala yang dilarangnya serta mengikuti apa yang diperintah-Nya. Hal ini dapat terwujud dengan rasa takut dari siksaan dan atau takut dari yang menyiksa (Allah Swt). Rasa takut ini pada mulanya timbul karena adanya siksaan, tetapi seharusnya ia timbul karena adanya Allah Swt (yang menyiksa)”.

Dengan demikian, yang bertaqwa adalah orang yang merasakan kehadiran Allah S.W.T. setiap saat. Tentu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai hal ini, antara lain dengan jalan berpuasa. 

Sisi keunikan lain dari ibadah puasa ini menurut Quraish Shihab karena sebagai upaya manusia meneladani Allah Swt. Sebab, hakikatnya beragama merupakan upaya manusia meneladani sifat-sifat Allah, sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk.

Manusia menurut Quraish Shihab mempunyai kebutuhan  beraneka ragam, dan yang terpenting adalah kebutuhan fa’ali yaitu makan, minum dan hubungan seks. Allah Swt. memperkenalkan diri-Nya antara lain sebagai tidak mempunyai anak atau istri:

Bagaimana Dia memiliki anak, padahal Dia tidak memiliki istri …?” (QS. al-An’am/6: 101).

Allah Swtjuga berfirman dalam surat al-Jin ayat 3:

Dan sesungguhnya Mahatinggi kebesaran Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak pula beranak”. (QS. al-Jin/72: 3).

Al-Qur’an juga memerintahkan Nabi Saw untuk menyampaikan ayat demikian:

Apakah Aku jadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan …?” (QS. al-An’am/6: 14).

Dengan berpuasa, manusia berupaya dalam tahap awal dan minimal mencontoh sifat-sifat Allah tersebut. Tidak makan dan tidak minum, bahkan memberi makan orang lain (ketika berpuasa), dan tidak pula berhubungan seks, walaupun pasangan ada.

Menurut Quraish Shihab, tentu saja sifat-sifat Allah tidak terbatas pada  contoh di atas, tetapi mencakup paling tidak sembilan puluh sembilan sifat yang kesemuanya harus diupayakan untuk diteladani sesuai dengan kemampuan dan kedudukan manusia sebagai makhluk Ilahi. Misalnya Maha

Pengasih dan Penyayang, Maha Damai, Maha Kuat, Maha Mengetahui, dll., sehingga dengan puasa dapat menumbuhkan kepekaan sosial. Upaya peneladan tersebut menurut Quraish Shihab dapat mengantarkan manusia menghadirkan Tuhan dalam kesadarannya, dan bila hal itu berhasil dilakukan, maka taqwa dalam pengertian di atas dapat pula dicapai.

Karena itu, nilai puasa ditentukan oleh kadar pencapaian kesadaran tersebut, bukan pada sisi lapar dan dahaga, sehingga dari sini dapat dimengerti mengapa Nabi Saw menyatakan bahwa “banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa menurut Quraish Shihab, ada tiga hikmah yang terkandung dalam puasa, yaitu; untuk melatih kesabaran  sehingga dapat mengekang nafsu yang menguasai jiwa, untuk memperoleh taqwa atau terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa yang  mendatangkan siksa Allah, dan upaya untuk meneladani sifat-sifat Allah.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔