Apakah Kita Termasuk ‘Toxic Parents’?

Mei 16, 2020

Barisannews.com - Anak belajar dari rumah. Orangtua pun bekerja dari rumah. Semakin banyak waktu yang dihabiskan, semakin kuat juga jalinan antarkeluarga. Namun, tanpa kita sadari ada beberapa hal yang kita katakan dan lakukan sebagai orangtua, merusak mental anak-anak. 

Berikut ini hal-hal yang perlu di hindari agar tidak menjadi toxic parents bagi anak:

1. Mengatur masa depan anak
Anak bukanlah hak milik orangtua sepenuhnya. Anak-anak memiliki hak untuk menentukan masa depannya sendiri. Selagi baik, didukung bukan dikungkung. Setiap anak adalah masa depan bangsa. Jika kita menekan anak mengikuti keinginan orangtua, belum tentu mereka Bahagia. Bagi saya sendiri sebagai orangtua, masa depan anak ditentukan oleh mereka, didukung oleh kita, tanpa sekalipun sinis bertanya seperti “Ngapain jadi seniman? Mau makan apa kamu nantinya? Banyak seniman yang hidupnya susah.”

Lho, bukannya sebagai orangtua kita sepatutnya bangga dengan pilihan anak sendiri? Moms, hal yang perlu kita tekankan pada anak ialah apapun pilihannya asalkan baik, mereka harus bertanggungjawab.

2. Membandingkan anak 
“Punya anak dua. Yang satu bandelnya, ampun. Contoh dong kakakmu!”

Kesel ga sih dengernya? Anak kadang bukan bermaksud untuk bandel, kadang mereka mencari perhatian orangtuanya. Dibandingin sama saudara sendiri saja sudah bikin “telen ludah” apalagi dibandingkan sama orang lain. Pasti makin kesel.

Saat umumnya orangtua sibuk bekerja di luar rumah, anak-anak cenderung tidak memilki banyak waktu untuk berkomunikasi. Di masa pandemi ini, orangtua harusnya lebih mampu menilai pola tingkah anak-anaknya. Dengan waktu inilah, kita sebagai orangtua mulai merekatkan komunikasi yang selama ini sering kali terlewatkan.

3. Main tangan
Sekesal apapun orangtua, jangan pernah sekalipun main tangan kepada anak! Karena anak memiliki hati yang lebih lunak dibandingkan orang dewasa sehingga mereka lebih mudah meradang. Lebih buruknya lagi, anak-anak meniru. Begitupun dengan orangtua untuk tidak menggunakan kata-kata kotor di depan anak. 

Jaga sikap dan ucapan bukan berarti kita munafik, tetapi ini bagian dari perlindungan masa depan anak-anak.

4. Memberikan kemauan anak
Saya sebagai orangtua, bukan tipe yang memanjakan anak dengan cara membelikan apapun yang anak inginkan. Pelit? Bukan. Tetapi, masa depan tidak ada yang tahu. Kehidupan itu berputar sehingga saya menerapkan jika anak mau sesuatu, ia harus berusaha dengan cara menabung. Jika uang tabungannya terkumpul, saya akan menambahkan untuk membeli yang ia mau. Seperti tahun lalu, ia ingin sepeda. Saya katakan, “Tabung uang jajan. Nanti kalau kurang baru mama tambahkan,”

Hal ini juga menjadi dasar kemandirian anak untuk memikirkan bahwa manusia butuh usaha untuk mendapatkan sesuatu.

5. Memuji dengan merendahkan orang lain
Pasti, semua orangtua bangga dengan anak mereka masing-masing. Namun bukan berarti kita bisa semena-mena memuji anak dengan merendahkan anak lain. Contohnya seperti ini “Kamu pintar banget! Ga kayak anak sebelah.”

Lho? Memuji boleh saja, tetapi tidak berlebihan seperti ini. Dampaknya anak akan bersikap sombong dan kemungkinan akan meniru orangtuanya dengan merendahkan orang lain.

Moms, waktu pandemi ini sangatlah berharga. Terutama bagi saya yang hampir setiap hari jarang berada di rumah—bahkan akhir pekan pun masih ada kesibukan yang tidak dapat dihindari. Ini juga waktu yang tepat untuk melihat kembali cara-cara kita mengasuh anak.

Mungkin kita pernah menganggap cara kita sudah benar dalam mendidik anak. Namun kalau kita tidak punya waktu untuk menilai pikiran dan tindakan kita sendiri, bisa jadi yang kita yakini benar ternyata keliru. Sehingga, alih-alih menjadi orangtua yang baik, kita tak ubahnya toxic bagi anak.

Sekaranglah saatnya merekatkan kembali tali kasih anak dan orangtua. Selamat menikmati waktu bersama anak.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔